Langsung ke konten utama

SERADAKA



Foto Saya, plis jangan dihujat haha



 Assalamualaikum, halo semuanya. SERADAKA merupakan singkatan dari "Sebuah Rasa Dalam Kata". Ini adalah curahan hati saya yang berupa puisi buatan saya Hanif Syatir Arby dari SMKN 1 CIKARANG UTARA. Mohon kritik dan sarannya, dan Selamat menikmati. And lastly, you guys can support me by clicking this link: Support me here

#1)  MENUNGGU

Menunggu,

Aku antipati terhadap itu,

Menunggu memang diam, 

Namun membuat ku lelah,


Lelah hati ini menunggu,

Menunggu buruk bagiku,

Karena aku tidak tahu,

Apa yang harus kulakukan!!


Apa yang harus kulakukan ketika menunggu?!

Ku hanya bisa diam dan berharap,

Segera ku terbebas dari menunggu.


#2) BAHAGIA

Bahagia..

Bahagia bertemu denganmu

Bahagia mengobrol denganmu

Bahagia ketika kau dekat denganku

Tertawa bersamamu

Membuatku sangat bahagia


Aku pun bertanya-tanya 

Ini kah rasanya?

Seperti ini kah nikmatnya?

Aku bersyukur bisa terus bahagia 


#3) SUNGGUH

Sesungguhnya tidak ada kata

Sesungguhnya Makhluk biasa

Sesungguhnya bukan waktu

Sungguh ingin berhenti sejenak

Dan menghilang dari segalanya


Tak ada kata yang menggambarkannya

Rasa ini bukan hanya fisik

inginku menutup mataku sejenak

inginku bermimpi indah walau sesaat

Dan lupakan rasa ini


#4) PEMILIK HATI

Mencintaimu begitu mudah

Bersamamu tidaklah mudah

Kaki tak sanggup tuk melangkah

Mulut tak mampu berbicara


Pantaskah ku dicintainya

Sungguh ku ingin memilikinya

Namun sadar aku hanya manusia

Sungguh ku ingin jadi istimewa

Namun ku bukan pemilik hatinya


Aku hanya bisa berdoa, Untuk selalu bersamamu

Aku hanya bisa bermimpi, Untuk berada di sisimu


Hanya kepada Tuhan aku berharap

Hanya kepada-Nya ku menaruh hati 

Karena Tuhan lah sang pemilik hati


#5) SYUKUR

Matahari bangkit menyinari

Langit biru tanpa awan menghalangi

Burung-burung berkicau menyambut pagi

Bunga-bunga bermekaran indah di taman petani


Hutan rimbun berlimpah makanan

Gunung-gunung menjulang tinggi menembus awan

Sungai-sungai yang mengalir tenang

Sang bulan pun menyambut milyaran bintang


Sungguh ku bersyukur kepada Tuhan

Yang telah menciptakan segala keindahan

Sungguh ku syukuri dapat kulihat keindahan

Dan Setiap insan manusia, termasuk dari keindahan yang sangat berharga 

(Puisi #5 disarankan sambil mendengarkan musik aurarian dance by H1gh)

 

#6 RINDU

Kosong

Sepi tak berpenghuni

Tanah luas tak bertuan

Sendirian dalam keramaian

Berisi rindu yang membatu


Sungguh ku sering bertanya-tanya

Akankah ku bertemu dengannya 

Sungguh berat ku rasakan

Sanggupkah bila ku bertahan

Ataukah harus ku lepaskan


Sungguh ku ingin kau tahu

Namun apakah kau memiliki perasaan yang sama denganku?


#7 AMARAH

Bagai bintang bergejolak api hasilkan cahaya

Cahaya melesat cepat, lewati luasnya alam semesta

bagai api yang berkobar dengan ganas

dipercik oleh rasa kecewa yang diluar batas

terus padam oleh dinginnya hati yang ikhlas


 Jauh di dalam lubuk hati

Menumpuk tertimbun

Titik kecil yang membesar

Akankah meletus dan menyebar


Sungguh fisik kan memperburuk keadaan

Sungguh dendam tak bisa kuandalkan

Hanya kata-kata yang ku lontarkan

Dan segala maaf yang ku berikan


#8 INI

Terang tak Terlihat

Dua jalur tanpa rambu

Mata angin tanpa arah

Bergerak namun lelah

Berlari lambat, bergerak tetap ditempat

Pegunungan tanpa keindahan

Lagu tanpa musik, lirik tanpa nada

Berjumpa namun asing

Pergi tanpa tujuan


Berputar tanpa aturan

Terisi tidak penuh, lengkap namun kurang

Puisi tak berjudul, sajak tanpa Rima

Syair tanpa makna, cerita tanpa akhir

Dan kedekatan tanpa ikatan 

(puisi ke 8 disarankan sambil mendengarkan bagian reff musik Experience by Ludovico) 


#9 TANPA?

Hebatnya dirimu yang dapat menyaingi bulan

Yang menenangkan malam dan ganasnya lautan

Hebatnya dirimu yang dapat  menyaingi bintang 

Yang indah dikala ku pandang


Indahnya senyummu, menghilangkan segala perasaan buruk dihatiku

Tak perlu usaha tuk membuatku berbunga-bunga

Karena melihatmu saja membuatku bahagia


Namun sering ku berpikir

Tanpaku kau tetap melangkah

Tanpamu ku berjalan tak terarah

Tanpaku kau terus menjauh

Tanpamu ku selalu terjatuh

Tanpaku kau takkan sendirian 

Dan Tanpamu ku selalu kesepian


Akankah kita berakhir bersama?

Ataukah jalan kita kan berbeda?

Apakah kau pantas tuk ditunggu?

Ataukah aku yang tak pantas menjadi bagian dari kisahmu?

Hanya bisa ku berharap kepada Tuhan

Karena hanya takdir-Nya yang bisa ku harapkan


#10 Abu tajam

Abu tajam terbang pun terjatuh

Menyebar ke segala tempat

Batu jatuh tak terarah

Mengenai tubuh yang tak bersalah


Penjara yang terbuka bagai savana kematian

Korban yang ditahan di rumahnya sendiri

Penjahat yang di dukung oleh maniak berdarah dingin

Hukuman yang dibutakan oleh kekayaan


Hujan timah tak beraturan

Anak-anak berlari ketakutan

Mereka tak tahu masa depan

Karena terlalu dekat dengan kematian


Apakah perdamaian itu nyata?

Apakah mereka bisa terbebaskan?

Ataukah harus terus di tahan?

Mengapa tak boleh mereka membalas?


Hanya perdamaian yang mereka inginkan

Hanya kebahagiaan yang mereka nantikan

Sungguh kehilangan itu menyakitkan

Sungguh kehancuran itu menyedihkan


Ya Allah berikanlah mereka kesabaran

Berikanlah mereka kekuatan

Dan berikanlah mereka kebebasan dan kebahagiaan 


#11 Mungkin

Apakah kau adalah kepingan yang hilang? Matamu mampu mengalahkan indahnya alam semesta, Entah berapa banyak kata yang ku tulis, Entah berapa banyak kalimat telah ku buat


Tak pernah terasa cukup tuk menggambarkan, Menggambarkan betapa bersyukurnya diri ini, Tak pernah berhenti ku bersyukur kepada Tuhan, Karena kita telah dipertemukan


Ku ingin selalu bersama mu, Ku ingin selalu berbincang dan bergurau denganmu, Namun mungkin semua tak seperti yang ku harapkan


Mungkin Tuhan mempertemukan kita bukan untuk bersama, Mungkin kau datang hanya sebagai orang yang ku sebut "teman", Mungkin kau datang hanya sebagai ujian, Mungkin kita tak bisa bersama selamanya, Namun sungguh ku sabar menerimanya


Meski sabar itu sakit, meski sabar itu berat, Ku hanya yakin bahwa rencana-Nya yang terbaik, Aku mungkin hanya tau apa yang ku inginkan, Namun Tuhan tau apa yang aku butuhkan.


#12 MENGAPA?

Jangan tanyakan kenapa

Karena manusia sering lupa

Jangan tanyakan bagaimana

Karena dia lah yang membuatku terpana


Diantara banyak keindahan bunga

Hanya kau yang paling istimewa

Diantara banyaknya bintang

kau lah yang bersinar paling terang


Apakah bulan tau mengapa ia bersama bumi?

Mungkin karena mereka pasangan abadi

Apakah Bumi tau mengapa ia bersama bulan?

Mungkin mereka saling membutuhkan perlindungan


Tak akan hadir indahnya pelangi

Sampai selesainya badai di bumi

Betapa membosankannya lautan

tanpa hadirnya sang rembulan


#13 WAKTU 

Dalam kehidupan yang fana ini, waktu berjalan tanpa henti, setiap jiwa yang berjalan, melihatnya dengan cara yang lain dan tak pernah sama, apakah terlambat itu ada? Ataukah hanya delusi semata? Apakah terlalu cepat itu nyata? Atau ketepatan yang disengaja?


Setiap manusia itu berbeda, apakah waktu pun seperti itu? Manusia memiliki waktunya, ataukah waktu yang memilih manusianya? Sudah kah kita mengerti tentangnya?


Waktu yang dengan magis terus berjalan, detik telah menjadi menit, terus berjalan tak terasa, menit pun telah manjadi hari, terlewat tanpa bisa dihindari, 


Bagaikan sebuah pertemuan dua insan, yang dipertemukan dengan maksud yang berbeda, berniat untuk bersama, namun hanya berujung asing, bahkan tak menjadi bagian dari masa lalunya, seakan terlupakan dan tak pernah ada


#14 Ruang

Labirin kehidupan yang memiliki berbagai pintu, setiap insan yang memulai dari pintu yang berbeda, akankah berakhir di pintu yang sama? Dua insan yang dipertemukan-Nya, tak pernah tau akan menjadi siapa, 


Bertemu di tengah perjalanan, akankah berakhir sebagai pembelajaran? Mungkin baginya aku adalah sebuah episode, namun bagiku ia adalah keseluruhan cerita, meski tak di ruang yang sama, dengan perjalanan yang berbeda, kisah yang tak seindah novel-novel cinta,


Kan ku perjuangkan perjalananku agar bisa bersamanya, kan ku tuliskan kisah terbaik tentang kita, tak pernah ku berpikir untuk menyerah, tak akan ada kata lelah, apakah kau Sudi tuk menerimanya?


#15 Realitas

Awan yang indah tak selalu berbentuk sama, terus berubah, berkembang dan bahkan menghilang. Perjalanan insan yang terbentuk dari angan-angan, imajinasi dan ekspresi manusia yang tanpa batas,

Realitas yang sama tak pasti selalu bersama, ruang berbeda dengan ikatan yang nyata, biarkan waktu yang menunjukkan, segala takdir dan kenyataan yang ada, telah tertulis namun dapat diubah,

Jelas tak mudah sisa perjalanan yang ada, nyatanya semesta tak selalu sama, bulan yang bertanya "apakah dia yang kau bandingkan denganku juga membandingkanmu dengan bintang?", termenung dan ku balas "apakah bulan benar-benar bisa bicara?"

#16 Abu-abu

Hakikatku yang hanya bisa mencintainya

Aku tak tahu apakah ia memiliki perasaan yang sama

Naluri ku tuk perjuangkan cinta ini bersamanya

Itu pun jika ia memiliki perasaan yang sama

Fase percintaan yang amat sangat membingungkan

 

Seakan-akan kami ditakdirkan untuk bersama

Yang nyatanya kami bahkan tidak saling berbicara

Apakah kami kan berakhir bersama?

Tentu hanya Tuhan yang mengetahuinya

Ini semua hanya masalah waktu

Rasa yang indah dibalut abu-abu

(Puisi "#16. Abu-abu" ciptaan saya (HanifSyatirArby) dapat dibaca dalam buku Lembayung Akrostik Sacitra terbitan 2024)

#17. Janji

Niatku menyendiri menepati janji kepada diri sendiri

Apalah daya Tuhan mempertemukan kami di pertengahan jalan

Namun apakah ini ujian?

Dia pun terikat janji yang tak bisa ia ingkari

Apakah aku dapat membalasnya?

 

Perasaannya yang tak tertandingi

Untuk apa kami dipertemukan?

Selalu ku tanyakan "kenapa aku?"

Pertanyaan yang bahkan tak bisa ia jawab

Inikah cinta tulus yang sebenarnya?

Tapi bagaimana dengan janji kami masing-masing?

Akhirnya sunyi tanpa ada kata


(Puisi "#17. Janji" ciptaan saya (HanifSyatirArby) dapat dibaca dalam buku Lembayung Akrostik Sacitra terbitan 2024)

#18. The Beach and The Ocean

I used to loved you like I love the moon, but then God put me on the beach where you became the ocean, even when Im afraid of the ocean, but yet im still watching your flow, up and down, im watching your wave, high and low,

This Is the first time I see this kind of ocean, the most Beautiful sunrise, the most beautiful places possible, I don't know what's in there, even If im afraid of the ocean, I Will still try to learn how to swim.


#19. Lukisan

Perasaan yang bermula indah, bagai pelangi yang muncul tanpa adanya badai, menjadi sebuah takdir yang penuh tantangan, sebuah ujian dalam perjalanan, akankah dia akan menjadi yang teristimewa dalam kehidupan? Ataukah hanya menjadi sebuah pembelajaran?

Mengapa khawatir jika bukan siapa-siapa? Mengapa aku harus memikirkannya? Mengapa harus dia? Ku tak punya jawaban atasnya, aku tak tau mengapa bisa kau membuat hatiku luluh,

Kau adalah warna-warna yang mampu menghadirkan keindahan sedangkan aku adalah kanvas kosong yang membosankan, Terlukis indah wajahmu dalam kanvas hatiku, kau hapus hitam putih hatiku, kau gambarkan keindahan cinta dalam keabadian lukisan kehidupanku, 

namun kau juga membuatku ragu, sungguh ku tak mengerti perasaanku sungguh ku tak mengerti perasaanmu, caraku melihatmu mungkin tak sama dengan caramu melihatku, hanyalah kamu yang dapat menjelaskan segalanya, satu hal yang ku tahu, kau telah mewarnai kehidupan manusia yang hampa ini

#20 Akhir?

Kisah takkan menjadi indah jika hanya mengandalkan satu sisi, Sungai yang mengalir dari hulu tanpa sedikitpun kembali dengan hujan yang menyejukkan, bunga indah yang ku beri terlalu banyak air t’lah layu dan menginginkan lebah yang lain,

 

Cinta membuatku buta sehingga aku tak melihat rambu peringatan yang ada, Aku pemikir hebat namun matamu membuat otakku membeku, aku punya setiap alasan tuk meninggalkan Pelabuhan ini namun ku memilih tuk menetap meski tak ku miliki alasan pasti,

 

Aku t’lah berjuang sebaik yang kubisa, kuberikan setengah kehidupanku hanya untukmu, tanpa sedikitpun berharap kau juga kan melakukannya, meskipun semua tau bahwa aku membutuhkannya, entah berapa banyak puisi yang telah ku tulis, entah berapa banyak kalimat yang menggambarkan kagumku padamu, meski kau tak pernah melihatnya sebagai hal yang Istimewa, Bahasa ini terlalu miskin untuk menggambarkan segala keindahan yang kau miliki,

 

Apa kesalahanku? Apa yang tak kau suka dariku? Mengapa kau memberikanku sinyal yang tak pasti? Apakah ini semua karena bentuk tubuhku? Aku pun membencinya pabila kau ingin tau,

 

Pupuslah harapanku tuk bersamamu kala kau telah memilih bintang lain untuk dikunjungi, sedang aku sendiri disini merelakan separuh jiwaku yang sudah terlanjur mencintaimu, Bukan maksudku tak ingin berjuang, but for God sake I've tried and failed, they said if I never try I'll failed, then I tried it and still failed, If I can be honest, im tired

 

Tell me that you found the one you've been looking, tell me that you found something you want that you can't find in me, tell me that you are living the life that you can’t have with me, I wish the star that you choose Is great, but im sure they're not better than me, I don’t want to waste my time to a war that wouldn’t give me glory, I wouldn’t let myself suffer something that won’t heal my wound,

 

I…………..HAve………..To………………go

 

Im sorry that im the one who loves you this much and you can't even give it back, I apologize if my love Is bothering your peace, Im sorry if I can’t become the one you’ve wanted, maybe I shouldn’t even start all of this fairytale full of suffer, but if there is no sunrise, we will never admire the beauty of sunset, right? We’ll never know how warm the day, and we’re gonna fell into the coldest night

 

Kini sang Surya telah tenggelam di Pantai Barat, bahkan dikala ia meninggalkan kita, kepergiannya masih layak untuk disaksikan, like everyone said “The sunset is beautiful isn’t it?” how stupid I am that just realized why people love a flower but didn’t pick it up, choose to love the moon but just looking at it, and make a garden instead of chasing the butterfly,

 

I wish you could see yourself through my eyes, im sure you're gonna Falling too, but our story already ended, but ending Is always start of something new, isn't it?

 

Could be my last poem cause I lost the poetry


 

#21 Kembali

Kini ku kembali arungi lautan tanpa merasakan sepi meski ombak besar tak dapat ku hindari, telah ku tinggalkan pelabuhan itu meskipun layarku telah kau hancurkan, ku kembali terbang bersama langit dengan sayap yang telah kau rusak, Kabut telah hilang ditengah hutan kala ku berjalan kedepan,

 

Hatimu baik, meski kau tak mampu hadapi cinta seluas alam semesta, hatimu baik, meski kau tak mengerti cara memperlakukan ketulusan hati, hingga kau buang Mutiara kedalam lumpur, tak lagi ku pedulikan niatmu berbuat demikian, telah ku bersihkan noda yang kau buat, namun kaca yang kau gores tak kan menjadi sama kembali.

 

Tatkala Bumi telah menyelesaikan manasiknya terhadap matahari, ku sangka ku akan menjadi pohon menyendiri, namun bunga indah mekar pada dahanku yang paling kering, yang hadir temaniku mengakhiri tahun yang penuh pembelajaran ini, namun akankah selanjutnya rumput kan lebih hijau?


#22 Air Jernih

Apa arti ketulusan? ‘pabila kau tetap menuntut balas, dikala langit menitikkan air mata, niatku menjadi payungmu, tubuh basah tak lagi ku pedulikan, namun nyatanya kau memilih tuk meneduh dibawah pohon itu,

 

Adakah kursi untuk ketulusan? Ditengah panggung sandiwara yang kita sebut dunia, coba tuk mengerti labirin insan, namun berakhir tak mampu membenci manusia, pada akhirnya hanya membenci apa yang dilakukan, normal kah memaafkan? Sulitkah membenci? Walau seringkali mutiara berakhir dalam kegelapan, terlupakan dan ditinggalkan

 

#23 Cahaya

Kala badai gelap menghancurkan kapal ku, hadirmu bagai mercusuar yang menuntunku pada tenangnya air laut, kembali lukiskan indahnya awan, menghadirkan kehangatan yang memadamkan api yang membakar jiwaku,   

 

You never knew the pain, yet you heal me, never the reason of my scar, yet you make it gone

 


 

#24 HumAn, afTer aLL

We are not the beautiful moon that we always talk about not sun that gives warmth. Not flowers that bloom only in seasons. Not Mountains nor jungles or rivers that always provides. And not mysterious endless ocean nor as cold as an ice.

 

Fragile, yet walk. empty yet learn. Broken, yet standing. Different yet same. None of us were perfect and none of us will. The Goals, dreams and wishes that never come true, but... That's .... Just okay....

 

We're failed but we tried, we disappointed but we experienced hope. We're scared, confused, angry, emotional, and all kind of imperfection. Because we are Human, after all

Aren't we?

 

and we are.. so we, you me and–

Yeah whatever


Komentar

  1. Kalo mau disalin tolong credit nya yaaa contohnya= by:HSA30. Tolong ini mah ya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

The legend of Tangkuban Parahu

Once, there was a kingdom in Priangan Land. Lived a happy family. They were a father in form of dog,his name is Tumang, a mother which was called is Dayang Sumbi, and a child which was called Sangkuriang. One day, Dayang Sumbi asked her son to go hunting with his lovely dog, Tumang. After hunting all day, Sangkuriang began desperate and worried because he hunted no deer. Then he thought to shot his own dog. Then he took the dog liver and carried home. Soon Dayang Sumbi found out that it was not deer lever but Tumang’s, his own dog. So, She was very angry and hit Sangkuriang’s head. In that incident, Sangkuriang got wounded and scar then cast away from their home. Years go by, Sangkuriang had travel many places and finally arrived at a village. He met a beautiful woman and felt in love with her. When they were discussing their wedding plans, The woman looked at the wound in Sangkuriang’s head. It matched to her son’s wound who had left severall years earlier. Soon she realized that she ...